Wadek 1 Menghadiri Undangan BEM Fasilkom pada Kegiatan Komisi Pemilihan Raya dalam rangka menggali ide/konsep Calon Ketua/Wakil Ketua BEM Fasilkom Periode 2026/2027 melalui Debat & Interview.
A. Pelaksana Kegiatan
- Penyelenggara Kegiatan Adalah Panitia Komisi Pemilihan Raya.
- Tempat Pelaksanaan :Gedung M.Yasin, Ruang MY-105
- Waktu : 11.30 s.d 17.30 WIB
- Hari/Tgl : Sabtu, 14 Maret 2026
B. Tujuan Kegiatan :
Kegiatan ini bertujuan untuk
- Menggali ide/wawasan/konsep Calon Ketua/Wakil Ketua BEM Fasilkom periode 2026/2027.
- Diskusi dan berbagi pengalaman dalam mengelola organisasi.
- Mengidentifikasi permasalaha mahasiwa, dosen, perkuliahan, kampus, sarana prasarana, dan semua hal berkaitan dengan seluruh Civitas Akademika Ubhara Jaya.
- Menghasilkan solusi untuk menyelesaikan permasalahan kampus.
C. Sambutan Wadek 1
Rakhmat Purnomo, S.Pd., S.Kom., M.Kom selaku Wakil Dekan 1Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bhayangkara Jakarta Raya menyampaikan sambutan/edukasi/nasehat dengan point sebagai berikut:
- Mengapresiasi panitia atas kegiatan ini. Kegiatan ini bukan sekedar rutinitas setiap tahun jika akan mengadakan Pemilihan Ketua BEM tetapi menjadi indikator awal memilih ketua/wakil ketua BEM yang Unggul.
- Kegiatan ini menjadi ajang kita semua mengenal UI/UX calon ketua/wakil ketua BEM. ”UI” nya kita sudah melihat dari foto. Sedangkan ”UX” epemimpinan mereka jika nanti terpilih—apakah responsif terhadap aspirasi mahasiswa, atau justru sering loading saat dibutuhkan.
- Integritas sebagai Source Code: Dalam berorganisasi, integritas adalah kode dasar kita. Jika kodenya sudah cacat sejak awal, maka program kerja sehebat apa pun akan mengalami runtime error. Jadilah pemimpin yang selaras antara kata dan perbuatan.
- Kolaborasi, Bukan Kompetisi Mati-matian: BEM bukan panggung untuk satu orang. BEM adalah ekosistem. Siapa pun yang terpilih nanti, ingatlah bahwa kalian tidak sedang membangun kerajaan, tapi sedang membangun jembatan antara mahasiswa dan fakultas.
- Logika dan Empati: Sebagai anak Fasilkom, logika kita kuat. Tapi memimpin manusia butuh empati. Jangan sampai kita terlalu sibuk memproses data hingga lupa mendengarkan suara hati rekan-rekan mahasiswa.
Selain menyampaikan pesan terkait topik kegiatan, Wakil Dekan 1 Fasilkom juga berpesan terkait penyampaian aspirasi mahasiswa dalam bentuk Demonstrasi. Karena mahasiswa sebagai Agent-of-Control. Kami tidak melarang mahasiswa menyampaikan aspirasi dengan persyaratan:
- Lakukan kajian ilmiah terhadap topik yang akan di bahas. Kumpulkan data yang cukup. Diskusi dengan para ahli.
- Hasil kajian berupa kerta kerja di sampaikan secara tertulis kepada pihak terkait.
- Apabila dalam waktu tertentu tidak mendapat respon. Lakukan permohonan audiensi dengan pihak terkait.
- Jika tidak di respon dalam waktu tertentu. Baru boleh ijin kepada pihak terkait untuk melakukan demonstrasi. Pastikan demonstrasi dalam keadaan kondusif dan terkendali.
D. Kesan dan Pesan
“Kami selaku panitia merasa sangat terhormat dan bangga atas kesediaan Bapak Wakil Dekan 1 untuk hadir langsung di tengah-tengah kami. Di tengah kesibukan beliau mengelola urusan akademik fakultas, kehadiran Bapak memberikan sinyal kuat bahwa fakultas sangat mendukung regenerasi kepemimpinan di Fasilkom.
Sambutan yang Bapak sampaikan tadi bukan sekadar formalitas pembukaan, melainkan ‘amunisi intelektual’ bagi kami. Bapak tidak hanya berbicara sebagai birokrat, tapi sebagai mentor yang memahami kegelisahan mahasiswa. Analogi tentang integritas sebagai source code dan organisasi sebagai ekosistem digital benar-benar ‘kena’ dan relevan dengan jati diri kami sebagai anak Fasilkom. Ini adalah bentuk perhatian nyata yang membuat kami merasa tidak berjalan sendirian dalam membangun iklim organisasi yang sehat.”
“Pesan Bapak mengenai pentingnya mengasah soft skill dan optimalisasi potensi diri akan kami jadikan indikator utama dalam memilih pemimpin BEM ke depan. Kami menyadari bahwa di industri IT nanti, IPK mungkin membawa kami ke pintu wawancara, tapi soft skill dan karakter yang Bapak tekankan tadilah yang akan membuat kami bertahan dan memimpin di dunia kerja.
Harapan kami, semoga sinergi antara pihak Dekanat—khususnya bidang Kemahasiswaan—dengan ormawa dapat terus terjaga sehangat hari ini. Kami berkomitmen untuk memastikan proses pemilihan ini berjalan jujur dan adil, sehingga menghasilkan pemimpin yang tidak hanya jago secara teknis, tapi juga memiliki integritas Bhayangkara yang tangguh seperti yang Bapak harapkan.”
E. Foto Kegiatan
F. Draf Berita
Integritas sebagai ‘Source Code’: Wadek 1 Fasilkom Ubhara Jaya Tekankan Kepemimpinan Berbasis Karakter dalam Debat Calon Ketua BEM
BEKASI – Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya), Rakhmat Purnomo, S.Pd., S.Kom., M.Kom., menghadiri kegiatan Komisi Pemilihan Raya mahasiswa dalam rangka menggali visi dan konsep para calon pemimpin organisasi mahasiswa. Kegiatan yang diinisiasi oleh Panitia Komisi Pemilihan Raya ini diselenggarakan di Ruang MY-105, Gedung M. Yasin, pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Agenda utama kegiatan ini adalah sesi debat dan wawancara untuk membedah ide serta wawasan dari Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Fasilkom periode 2026/2027. Selain sebagai ajang pengenalan kandidat, acara ini bertujuan menjadi wadah diskusi dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan organisasi, serta mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi civitas akademika.
Analogi UI/UX dalam Kepemimpinan
Dalam sambutannya, Rakhmat Purnomo memberikan apresiasi tinggi kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan indikator awal untuk melahirkan pemimpin yang unggul. Menggunakan analogi yang relevan dengan bidang informatika, beliau menyoroti pentingnya aspek User Interface (UI) dan User Experience (UX) pada diri seorang pemimpin.
“Kegiatan ini menjadi ajang kita semua mengenal UI/UX calon pemimpin. Jika ‘UI’ atau tampilan luar yang dapat kita lihat dari foto pasangan calon, maka ‘UX’ atau pengalaman kepemimpinan akan teruji dari bagaimana mereka merespons aspirasi mahasiswa. Jangan sampai pemimpin justru sering loading saat dibutuhkan,” ujar Rakhmat dalam arahannya.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa integritas adalah source code atau kode dasar dalam berorganisasi. Menurutnya, jika kode dasar tersebut cacat sejak awal, maka seluruh program kerja yang disusun akan mengalami runtime error. Beliau berpesan agar pemimpin masa depan mampu menyelaraskan kata dengan perbuatan serta mengedepankan kolaborasi di atas kompetisi.
Mekanisme Aspirasi dan Demonstrasi
Selain membahas kepemimpinan, Wakil Dekan 1 juga memberikan edukasi mengenai peran mahasiswa sebagai Agent of Control. Terkait penyampaian aspirasi dalam bentuk demonstrasi, pihak fakultas menyatakan tidak melarang hal tersebut selama dilakukan melalui prosedur yang ilmiah dan tertib.
Prosedur yang ditekankan meliputi pelaksanaan kajian ilmiah terhadap topik yang dibahas, pengumpulan data yang valid, hingga diskusi dengan para ahli. Hasil kajian tersebut harus disampaikan secara tertulis melalui kertas kerja kepada pihak terkait. “Apabila tidak mendapat respons, lakukan permohonan audiensi. Jika tetap tidak direspon, baru diperbolehkan mengajukan izin demonstrasi yang kondusif dan terkendali,” tegasnya.
Komitmen Panitia dan Regenerasi
Menanggapi arahan tersebut, Ketua Panitia mengungkapkan rasa hormat dan bangganya atas kehadiran serta dukungan moril dari pihak dekanat. Pihak panitia menilai pesan mengenai pengasuhan soft skill dan optimalisasi potensi diri sebagai “amunisi intelektual” yang sangat berharga bagi mahasiswa.
“Kami menyadari bahwa di industri IT nanti, karakter dan soft skill adalah kunci untuk bertahan di dunia kerja. Kami berkomitmen memastikan proses pemilihan berjalan jujur dan adil guna menghasilkan pemimpin yang tangguh dan memiliki integritas Bhayangkara,” pungkas Ketua Panitia dalam kesan dan pesannya.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 11.30 hingga 17.30 WIB ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret atas permasalahan kampus sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa dan fakultas.