Yudisium Fasilkom Ubhara Jaya Cetak Lulusan Berprestasi di Berbagai Peminatan

Bekasi – Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom), Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menyelenggarakan Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Senin (10/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa untuk menandai penyelesaian pendidikan akademik sekaligus mempersiapkan diri memasuki tahap berikutnya dalam perjalanan profesional.

Rangkaian kegiatan yudisium berlangsung mulai pukul 13.20 WIB dan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta pembacaan doa. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan prosesi yudisium yang meliputi pembacaan Surat Keputusan (SKEP) serta pemberian Surat Keterangan Lulus (SKL) kepada para mahasiswa.

Prosesi tersebut menjadi bagian penting sebagai bentuk pengukuhan akademik bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan pada Fakultas Ilmu Komputer. Dalam pelaksanaannya, prosesi yudisium dipimpin oleh Rakhmat Purnomo, S.Pd., S.Kom., M.Kom.

Selain prosesi akademik, Yudisium Fakultas Ilmu Komputer juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi berdasarkan peminatan yang ditempuh selama masa studi. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas capaian akademik dan kompetensi mahasiswa dalam bidang keilmuan masing-masing.

Tiga mahasiswa yang memperoleh penghargaan berdasarkan peminatan, yakni Mega Gloria, S.Kom. pada peminatan Data Sains, Noumy Fadmayla Jasmine, S.Kom. pada peminatan Software Development, serta Bagus Sudung Prakoso, S.Kom. pada peminatan Network Infrastructure and Security.

Pada kesempatan yang sama, Noumy Fadmayla Jasmine, S.Kom. juga dinobatkan sebagai lulusan terbaik Fakultas Ilmu Komputer. Capaian tersebut menjadi salah satu bentuk keberhasilan mahasiswa dalam menunjukkan prestasi akademik sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa Fasilkom lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi dan meraih prestasi.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari mahasiswa terbaik yang disampaikan oleh Noumy Fadmayla Jasmine, S.Kom. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa terbaik menyampaikan pesan dan refleksi atas perjalanan akademik yang telah dilalui, sekaligus menyampaikan harapan untuk dapat membawa ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan ke dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.

Yudisium tidak hanya menjadi seremoni penanda berakhirnya proses akademik, tetapi juga menjadi momentum bagi para lulusan untuk merefleksikan proses pembelajaran yang telah dilalui. Bekal pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman selama berada di lingkungan akademik diharapkan dapat menjadi fondasi bagi lulusan untuk menghadapi tantangan di dunia kerja maupun melanjutkan pengembangan diri ke jenjang berikutnya.

Melalui penyelenggaraan Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, Fakultas Ilmu Komputer Ubhara Jaya menegaskan komitmennya untuk terus menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri, pentas seni musik, dan penutupan oleh pembawa acara. Seluruh rangkaian yudisium berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan, menandai langkah baru para lulusan Fakultas Ilmu Komputer Ubhara Jaya menuju masa depan.

Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Dosen Fasilkom Ubhara Jaya Perkuat Sistem Digital Kemnaker RI dengan Teknologi Microservices

Jakarta – Sebagai perwujudan nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen dari Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) strategis di Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker). Kegiatan yang berlangsung pada 18-19 Mei 2026 ini berfokus pada implementasi teknologi microservices menggunakan Traefik Enterprise untuk meningkatkan keandalan layanan publik nasional.

Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah

Kegiatan PkM ini melibatkan tujuh dosen ahli dari Program Studi Informatika Fasilkom Ubhara Jaya yang bertindak sebagai tenaga ahli, yaitu Asep Ramdhani Mahbub, Dwipa Handayani, Prima Dina Atika, Mokhammad Hadi Prayitno, Rasim, Allan Desi Alexander, dan Mugiarso. Melalui keahlian mereka, Fasilkom Ubhara Jaya membantu Kemnaker melakukan transformasi dari sistem aplikasi tunggal (monolith) menuju arsitektur microservices yang lebih lincah dan modern.

Traefik: “Pengatur Lalu Lintas” Digital yang Cerdas

Dalam implementasi ini, tim dosen memperkenalkan penggunaan Traefik sebagai edge router atau gerbang utama layanan digital. Teknologi ini bertugas secara otomatis mengarahkan permintaan pengguna ke layanan yang tepat di antara ratusan layanan aktif yang ada di Kemnaker.

Beberapa keunggulan sistem yang dibangun melalui kolaborasi ini antara lain:

  • Otomatisasi Keamanan: Penggunaan sertifikat keamanan (SSL/HTTPS) kini dilakukan secara otomatis melalui integrasi Let’s Encrypt, sehingga akses layanan menjadi lebih aman tanpa prosedur manual yang rumit.
  • Ketahanan Sistem (Resilience): Dengan fitur healthcheck dan circuit breaker, sistem dapat mendeteksi secara mandiri jika ada gangguan pada salah satu layanan dan segera mengalihkan lalu lintas ke server yang sehat agar layanan tidak terputus.
  • Distribusi Beban yang Adil: Mekanisme load balancing memastikan setiap permintaan dari masyarakat dikelola secara efisien dan seimbang di seluruh infrastruktur server.

Transparansi dan Stabilitas Jangka Panjang

Melalui pendampingan dari tim dosen Fasilkom Ubhara Jaya, Kemnaker kini didukung oleh Dashboard Enterprise yang memungkinkan pemantauan kesehatan lebih dari 372 layanan aktif secara real-time. Sistem ini juga telah terintegrasi dengan akun SIAPkerja, memastikan akses manajemen infrastruktur tetap aman dan terlindungi.

Komitmen kolaborasi ini juga terlihat dari keberhasilan perpanjangan lisensi Traefik hingga 30 Juli 2026, yang menjamin stabilitas platform digital Kemnaker dalam jangka panjang.

Langkah Maju Transformasi Digital

Dekan Fasilkom Ubhara Jaya, Ir. Bernadus Gunawan Sudarsono, S.T., M.Kom., Ph.D., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret universitas dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa melalui inovasi teknologi.

Implementasi microservices ini bukan hanya sekadar pembaruan teknis, melainkan fondasi kokoh yang dibangun bersama oleh akademisi dan pemerintah untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, aman, dan transparan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Tentang Fasilkom Ubhara Jaya:

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bhayangkara Jakarta Raya terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan pengabdian melalui penerapan teknologi terkini yang relevan dengan kebutuhan industri dan instansi pemerintahan.

Dukung Ekonomi Sirkular, Tim Dosen Ubhara Jaya Berdayakan Masyarakat RW 015 Pondok Timur Indah

Bekasi — Dalam upaya mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga, tim dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menggelar program pendampingan pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular di lingkungan RW 015, Perumahan Pondok Timur Indah, Bekasi. Kegiatan ini dirancang untuk mengedukasi serta mendampingi warga dalam mengolah limbah rumah tangga khususnya lembah kertas menjadi barang bernilai guna dan berpotensi menghasilkan nilai ekonomi. Sebagai bagian dari komitmen mendukung ekonomi sirkular, Tim Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) yang terdiri dari Muhammad Khaerudin, Dwi Budi Srisulistiowati, Andy Achmad Hendharsetiawan, Kusdarnowo Hantoro, Dani Yusuf dan Allan Desi Alexander menggelar pelatihan teknis pengolahan limbah kertas bagi warga RW 015 Perumahan Pondok Timur Indah, Bekasi.

Ketua Tim Dosen Ubhara Jaya menjelaskan bahwa konsep ekonomi sirkular tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah (reduce, reuse, recycle), tetapi juga menciptakan rantai nilai baru yang dapat menopang perekonomian keluarga di tingkat RT dan RW. “Melalui pendampingan ini, kami ingin mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar membuang sampah menjadi memanfaatkannya sebagai sumber daya baru. Ekonomi sirkular di tingkat RW bisa menjadi pondasi kemandirian ekonomi warga,” ujarnya

Tahap Sosialisasi
Mengawali rangkaian Program Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat, Tim Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menyelenggarakan Tahap Sosialisasi bersama warga RW 015 Perumahan Pondok Timur Indah, Bekasi. Kegiatan ini menjadi fondasi utama untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkular.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Dosen Ubhara Jaya menyatakan bahwa pemilihan wilayah RW 015 Pondok Timur Indah didasari oleh potensi partisipasi warga yang tinggi serta pentingnya penanganan sampah dari sumbernya langsung. “Ekonomi sirkular bukan hanya soal lingkungan hidup, tetapi juga soal peluang bisnis baru. Kami hadir untuk memberikan pendampingan teoretis dan praktis agar sampah yang tadinya dianggap masalah, justru bisa menambah pundi-pundi pendapatan warga,” ungkapnya di sela-sela kegiatan

Sambutan Antusias dari Warga

Program ini mendapat respons positif dari pengurus dan warga setempat. Ketua RW 015 Perumahan Pondok Timur Indah menyampaikan rasa terima kasihnya atas dedikasi dan ilmu yang dibagikan oleh para akademisi Ubhara Jaya.

“Kehadiran tim dosen dari Ubhara Jaya memberikan semangat baru bagi warga kami. Sekarang warga tahu cara mengolah sampah dapur jadi kompos dan maggot, serta plastik bekas jadi barang berguna. Harapan kami, RW 015 bisa menjadi Kampung Pro-Klim dan Ekonomi Sirkular Percontohan di Kota Bekasi,” tutur Ketua RW 015. Melalui keterlibatan aktif antara pihak akademisi (Ubhara Jaya) dan masyarakat (RW 015 Pondok Timur Indah), program ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan yang berkelanjutan sekaligus menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi mandiri bagi warga setempat.

Tahap  Pelaksanaan – Memasuki inti program pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular, Tim Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menggelar Tahap Pelaksanaan Kegiatan Pengolahan Limbah Kertas di RW 015 Perumahan Pondok Timur Indah, Bekasi. Tahap pelaksanaan ini berlangsung meriah. Warga tidak hanya belajar teori, tetapi langsung membawa pulang hasil karya lembaran kertas daur ulang dan tempat pensil buatan sendiri.

“Tahap pelaksanaan ini adalah momen krusial untuk mengubah teori menjadi keterampilan nyata. Kami melihat semangat yang luar biasa dari warga RW 015. Kertas bekas yang tadinya hanya menumpuk dan dijual murah, kini berubah menjadi produk kerajinan bernilai tinggi,” jelas perwakilan Tim Dosen Ubhara Jaya.

Tahap Evaluasi Kegiatan – Menutup rangkaian program Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi Sirkular, Tim Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menyelenggarakan Tahap Evaluasi Kegiatan Pengolahan Limbah Kertas di RW 015 Perumahan Pondok Timur Indah, Bekasi. Tahap evaluasi ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman warga, menilai kualitas produk daur ulang yang dihasilkan, serta memastikan keberlanjutan program (sustainability) setelah masa pendampingan utama selesai. Kegiatan evaluasi pelaksanaan dilakukan berdasarkan 2 aspek yaitu : – Aspek knowledge (pengetahuan) yaitu berdasarkan pengetahuan yang berkaitan dengan materi pelatihan. Aspek skill (keterampilan) berkaitan dengan kemampuan dalam pembuatan kartu nama, benner, logo, dll, – Aspek attitude (sikap) berkaitan dengan kemampuan dalam menyelesaikan masalah dan kemampuan dalam komunikasi. Ini merupakan kegiatan hasil dari pelaksanaan yang dilakukan.

Team  Pengabdian Masyarakat Dosen Ubhara Jaya mengucapkan terima kasih kepada seluruh perangkat dan masyarakat RW 015 di Perumahan Pondok Timur Indah, Kelurahan Mustika Jaya, Kota Bekasi, atas kesediaan dan kerja sama yang diberikan sehingga pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat berjalan dengan lancar.

Menutup Perkuliahan Pengantar Keamanan Komputer dengan kegiatan Capture The Flag (CTF)

Menutup Perkuliahan Pengantar Keamanan Komputer dengan kegiatan Capture The Flag (CTF)

Setelah satu semester mempelajari berbagai konsep dasar keamanan komputer, mahasiswa Program Studi Informatika pada mata kuliah Pengantar Keamanan Komputer (PKK) kelas F4A2 menutup perkuliahan dengan kompetisi Capture The Flag (CTF). CTF dirancang untuk menguji pemahaman mahasiswa secara praktis, kreatif, dan menyenangkan.

Capture The Flag (CTF) merupakan metode pembelajaran yang populer di bidang keamanan siber. Dalam kegiatan ini, peserta diminta menyelesaikan berbagai tantangan keamanan informasi untuk menemukan sebuah “flag”, yaitu kode rahasia yang menjadi bukti keberhasilan menyelesaikan suatu soal. Kompetisi CTF tipe “Red Team vs. Blue Team” adalah simulasi perang siber interaktif di mana peserta mensimulasikan skenario serangan dan pertahanan dunia nyata. Red Team bertindak sebagai penyerang yang mencoba meretas sistem, sedangkan Blue Team mencoba bertahan mengamankan infrastruktur.

Selain mengukur pemahaman materi, kegiatan CTF juga bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan problem solving mahasiswa. Dalam banyak kasus, peserta tidak hanya membutuhkan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan menghubungkan berbagai petunjuk untuk menemukan solusi.

Pada skenario kali ini disiapkan sebuah server Linux yang sudah diretas dan ditanamkan link situs Judol oleh hacker. Tantangan yang diberikan mulai mengidentifikasi server, menganalisis log akses, aktivitas anomali, menganalisis file pada web server, kemudian mendapatkan dan menghapus link ke situs Judol. Mahasiswa yang berhasil mengumpulkan poin tertinggi dan tercepat dalam waktu yang ditentukan kali ini adalah Muhammad Hisyam Rabani (202410715043).

Pelaksanaan CTF mendapatkan respons yang sangat positif dari mahasiswa. Suasana kompetitif yang sehat serta hadiah menarik membuat peserta lebih termotivasi untuk mencoba berbagai pendekatan termasuk menggunakan bantuan AI dalam menyelesaikan tantangan yang diberikan. Selain itu, format CTF juga memperkenalkan mahasiswa pada metode pelatihan yang umum digunakan dalam pengembangan kompetensi keamanan siber di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan Capture The Flag menjadi penutup yang menarik bagi mata kuliah Pengantar Keamanan Komputer. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis tantangan, mahasiswa tidak hanya memahami teori keamanan informasi, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan permasalahan keamanan siber. Hal ini juga sejalan dengan visi Fasilkom yaitu “Terwujudnya Fakultas Ilmu Komputer yang unggul di tingkat Nasional dan Internasional bidang ilmu Komputer yang berwawasan kebangsaan dan berbasis sekuriti guna menghasilkan sumber daya manusia yang mampu bersaing dan berperilaku baik.”

Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan pada semester-semester berikutnya sebagai sarana meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan keamanan siber yang terus berkembang.