Integritas sebagai ‘Source Code’: Wadek 1 Fasilkom Ubhara Jaya Tekankan Kepemimpinan Berbasis Karakter dalam Debat Calon Ketua BEM

Integritas sebagai ‘Source Code’: Wadek 1 Fasilkom Ubhara Jaya Tekankan Kepemimpinan Berbasis Karakter dalam Debat Calon Ketua BEM

BEKASI – Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya), Rakhmat Purnomo, S.Pd., S.Kom., M.Kom., menghadiri kegiatan Komisi Pemilihan Raya mahasiswa dalam rangka menggali visi dan konsep para calon pemimpin organisasi mahasiswa. Kegiatan yang diinisiasi oleh Panitia Komisi Pemilihan Raya ini diselenggarakan di Ruang MY-105, Gedung M. Yasin, pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Agenda utama kegiatan ini adalah sesi debat dan wawancara untuk membedah ide serta wawasan dari Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Fasilkom periode 2026/2027. Selain sebagai ajang pengenalan kandidat, acara ini bertujuan menjadi wadah diskusi dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan organisasi, serta mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi civitas akademika.

Analogi UI/UX dalam Kepemimpinan

Dalam sambutannya, Rakhmat Purnomo memberikan apresiasi tinggi kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan indikator awal untuk melahirkan pemimpin yang unggul. Menggunakan analogi yang relevan dengan bidang informatika, beliau menyoroti pentingnya aspek User Interface (UI) dan User Experience (UX) pada diri seorang pemimpin.

“Kegiatan ini menjadi ajang kita semua mengenal UI/UX calon pemimpin. Jika ‘UI’ atau tampilan luar yang dapat kita lihat dari foto pasangan calon, maka ‘UX’ atau pengalaman kepemimpinan akan teruji dari bagaimana mereka merespons aspirasi mahasiswa. Jangan sampai pemimpin justru sering loading saat dibutuhkan,” ujar Rakhmat dalam arahannya.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa integritas adalah source code atau kode dasar dalam berorganisasi. Menurutnya, jika kode dasar tersebut cacat sejak awal, maka seluruh program kerja yang disusun akan mengalami runtime error. Beliau berpesan agar pemimpin masa depan mampu menyelaraskan kata dengan perbuatan serta mengedepankan kolaborasi di atas kompetisi.

Mekanisme Aspirasi dan Demonstrasi

Selain membahas kepemimpinan, Wakil Dekan 1 juga memberikan edukasi mengenai peran mahasiswa sebagai Agent of Control. Terkait penyampaian aspirasi dalam bentuk demonstrasi, pihak fakultas menyatakan tidak melarang hal tersebut selama dilakukan melalui prosedur yang ilmiah dan tertib.

Prosedur yang ditekankan meliputi pelaksanaan kajian ilmiah terhadap topik yang dibahas, pengumpulan data yang valid, hingga diskusi dengan para ahli. Hasil kajian tersebut harus disampaikan secara tertulis melalui kertas kerja kepada pihak terkait. “Apabila tidak mendapat respons, lakukan permohonan audiensi. Jika tetap tidak direspon, baru diperbolehkan mengajukan izin demonstrasi yang kondusif dan terkendali,” tegasnya.

Komitmen Panitia dan Regenerasi

Menanggapi arahan tersebut, Ketua Panitia mengungkapkan rasa hormat dan bangganya atas kehadiran serta dukungan moril dari pihak dekanat. Pihak panitia menilai pesan mengenai pengasuhan soft skill dan optimalisasi potensi diri sebagai “amunisi intelektual” yang sangat berharga bagi mahasiswa.

“Kami menyadari bahwa di industri IT nanti, karakter dan soft skill adalah kunci untuk bertahan di dunia kerja. Kami berkomitmen memastikan proses pemilihan berjalan jujur dan adil guna menghasilkan pemimpin yang tangguh dan memiliki integritas Bhayangkara,” pungkas Ketua Panitia dalam kesan dan pesannya.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 11.30 hingga 17.30 WIB ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret atas permasalahan kampus sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa dan fakultas.

Wakil Dekan I Fasilkom Ubharajaya Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Mahasiswa Penerima Beasiswa

Bekasi, 18 Februari 2026 – Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Fasilkom Ubharajaya) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas akademik serta pembinaan mahasiswa, khususnya bagi penerima program beasiswa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang dilaksanakan oleh Wakil Dekan I Fasilkom Ubharajaya, Rakhmat Purnomo.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diikuti oleh mahasiswa penerima berbagai program beasiswa, di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP-Kuliah), beasiswa pemerintah daerah (Pemda), serta program beasiswa dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), dan sumber pendanaan lainnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa mahasiswa penerima beasiswa mampu menjalankan kewajiban akademiknya dengan baik, serta tetap aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan diri. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memberikan pembinaan, motivasi, serta solusi atas berbagai kendala yang dihadapi mahasiswa.

Dalam pelaksanaannya, Wakil Dekan I melakukan peninjauan terhadap capaian akademik mahasiswa, keaktifan dalam proses perkuliahan, serta keterlibatan dalam kegiatan kemahasiswaan. Dalam kesempatan tersebut, Rakhmat Purnomo menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya pembinaan berkelanjutan.

“Monitoring dan evaluasi ini bukan sekadar penilaian, tetapi juga bentuk perhatian dan pendampingan fakultas kepada mahasiswa penerima beasiswa agar mereka dapat berkembang secara optimal,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa penerima beasiswa memiliki tanggung jawab lebih, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi keberlangsungan program beasiswa di masa mendatang.

“Mahasiswa penerima beasiswa harus menjaga prestasi dan sikap, karena hal ini akan berdampak pada kepercayaan pemberi beasiswa. Keberhasilan kalian hari ini juga menentukan peluang adik-adik angkatan berikutnya untuk mendapatkan kesempatan yang sama,” tegasnya.

Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk aktif berkontribusi dalam kegiatan fakultas.

“Kami berharap mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif, disiplin, serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan fakultas, seperti membantu pengelolaan website dan media sosial Fasilkom,” tambahnya.

Keterlibatan mahasiswa dalam pengelolaan website dan media sosial fakultas menjadi salah satu bentuk implementasi pengembangan soft skills, khususnya dalam bidang teknologi informasi, komunikasi digital, serta kerja sama dalam tim.

Para mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala yang mereka alami selama menjalani perkuliahan. Hal ini disambut baik oleh peserta kegiatan karena mereka merasa mendapatkan perhatian dan dukungan langsung dari pihak fakultas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa penerima beasiswa dari berbagai skema tersebut dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi akademik serta mengembangkan potensi diri secara menyeluruh, baik dalam aspek akademik maupun kontribusi nyata di lingkungan kampus. Kegiatan monitoring dan evaluasi ini juga menjadi bagian dari upaya Fasilkom Ubharajaya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta pencapaian program studi yang unggul.

Fasilkom Ubharajaya akan terus berkomitmen untuk melakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada mahasiswa, guna menciptakan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Pengukuhan Prof. Dr. Ir. Mujiono Sadikin, S.T., M.T. Perkuat Daya Saing Prodi Informatika Fasilkom Ubharajaya Menuju Akreditasi Unggul

Bekasi, 12 Februari 2026 – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya secara resmi mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Mujiono Sadikin, S.T., M.T. sebagai Guru Besar dalam bidang kepakaran Pembelajaran Mesin bersama dengan Guru Besar Fakultas Hukum Prof. Dr. Joko Sriwidodo, S.H., M.H., M.Kn . Pengukuhan Guru Besar langsung dipimpin oleh Rektor Ubhara Jaya selaku Ketua Senat Akademik, Irjen. Pol (Purn) Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M.,Ph.D.,D.Crim (HC). Prosesi pengukuhan dilaksanakan secara khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, sivitas akademika, serta para tamu undangan.

Pengukuhan ini menjadi capaian strategis bagi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya yang telah terakreditasi Unggul, sekaligus momentum penting bagi Fakultas Ilmu Komputer. Prof. Mujiono Sadikin tercatat sebagai Guru Besar pertama di Fakultas Ilmu Komputer Ubharajaya. Pencapaian ini merupakan tonggak signifikan dalam penguatan kapasitas sumber daya akademik serta peningkatan reputasi institusi. Dalam perspektif tata kelola pendidikan tinggi, keberadaan Guru Besar memiliki kontribusi langsung terhadap peningkatan indikator kinerja utama perguruan tinggi dan program studi.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Memanfaatkan Keberlimpahan Data dan Teknologi AI untuk Kehidupan yang Lebih Baik, Beretika, dan Bertanggung Jawab”, Prof. Mujiono Sadikin menegaskan pentingnya pemanfaatan data dan kecerdasan artifisial secara bijak dan berlandaskan etika. Ia menekankan bahwa keberlimpahan data yang tersedia saat ini harus diimbangi dengan tata kelola, regulasi, serta kesadaran moral agar teknologi AI benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan tidak menimbulkan dampak negatif.

Secara khusus, pengukuhan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer dalam upaya meraih dan memperkuat Akreditasi Unggul. Dengan hadirnya Guru Besar, Prodi Informatika memiliki landasan yang semakin kuat dalam pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), peningkatan sitasi dan rekognisi akademik, serta penguatan reputasi ilmiah di tingkat nasional dan internasional.

Dengan pengukuhan ini, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing, serta terus mendorong Fakultas Ilmu Komputer dan Program Studi Informatika untuk mencapai standar mutu tertinggi dalam pendidikan tinggi di Indonesia.

Lihat juga : Ubhara Jaya Kembali Persembahkan Dua Guru Besar Baru, Perkuat Komitmen Mencetak SDM Unggul dan Berdampak di Tingkat Global – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya