Dorong UMKM “Naik Kelas”, Akademisi Gelar Pendampingan Pembuatan NIB dan Digital Payment (QRIS) di Desa Kedung Pengawas Bekasi

Dorong UMKM “Naik Kelas”, Akademisi Gelar Pendampingan Pembuatan NIB dan Digital Payment (QRIS) di Desa Kedung Pengawas Bekasi

BEKASI – Dalam upaya mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar bisa “naik kelas”, tim akademisi menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2026 yang berlokasi di Aula RW. 12. Fokus dari agenda ini adalah melakukan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan fasilitasi Digital Payment (QRIS) bagi para pelaku UMKM setempat.

 

Tim PKM yang mengawal kegiatan ini diketuai oleh Rakhmat Purnomo, S.Pd., S.Kom., M.Kom. Program pendampingan ini hadir dengan dua langkah fundamental, (1) Membantu pelaku UMKM mendapatkan identitas legal usaha yang sah dari sistem pemerintah (https://oss.go.id), dan (2) memampukan mereka menerima pembayaran nontunai dari salah satu layanan keuangan seperti GoPay, OVO, Dana, atau ShopeePay hanya dengan satu barcode. Persiapan fondasi administrasi ini diharapkan mempermudah UMKM jika kelak ingin mengajukan permodalan ke pihak ketiga.

Output dari pelaksanaan program ini sangat konkret. Peserta kegiatan difasilitasi hingga berhasil mendapatkan dokumen Nomor Induk Berwirausaha (NIB) yang sekaligus berfungsi sebagai Tanda Daftar Perusahaan (TDP), serta memiliki akun teregistrasi yang aktif di sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA). Untuk menunjang transaksi digital, peserta mendapatkan Nomor Merchant (NMID) dan barcode QRIS, baik dalam bentuk softcopy di aplikasi maupun versi fisik yang bisa dicetak sebagai stan akrilik atau stiker untuk meja kasir.

Kegiatan edukasi ini menuai kesan yang sangat positif. Salah seorang pelaku UMKM mengungkapkan antusiasmenya. “Jujur, awalnya saya pikir mengurus izin usaha itu birokrasinya ribet, lama, dan butuh biaya besar. Tapi setelah didampingi langsung oleh tim Dosen dan Mahasiswa hari ini, ternyata pendaftaran NIB untuk UMKM itu sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis. Saya sangat terbantu,” ungkapnya. Ia berharap program serupa bisa rutinkan dan kelak diberikan pelatihan mengenai pemasaran online serta pembuatan kemasan.

Apresiasi setinggi-tingginya juga disuarakan oleh perwakilan dari aparat Desa Kedung Pengawas. “Kami mewakili pengurus lingkungan sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kegiatan pengabdian masyarakat ini. Materinya tidak sekadar teori, tapi warga kami langsung didampingi praktik memegang HP masing-masing,” tegas perwakilan tersebut. Mewakili desa, ia menaruh harapan besar agar silaturahmi dengan pihak akademisi tak terputus. Bekal legalitas dan rekam transaksi digital ini diharapkan mampu melancarkan jalan bagi warga saat hendak mengakses permodalan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank demi mendongkrak perekonomian keluarga.